Setelah tanggal 7 April 2025 aku menjalani rutinitas ku seperti biasa, berangkat ke tempat magang bersama tara setiap hari-nya dan yang membuat berbeda adalah sekarang aku telah berpacaran dengan Cutina HEHEHHE. Setiap bertemu dengan Cutina di tempat magang aku selalu merasa seperti akward, biasanya sih aku orang yang humoris saat berada dengan orang yang dekat denganku tapi saat hari-hari pertama kali ber-pacaran dengan Cutina, entah aku harus bersikap bagaimana dengannya, apakah harus bersikap cool atau aku harus bersikap seperti biasa saja. Saat itu, aku merasa hubungan kita yang tahu hanyalah kita sendiri dan semua orang tau-nya kita masih berpacaran main-main. Hingga suatu ketika guru pamong aku, dimana dia yang aku jadikan alasan untuk menembak pacaran main-main dengan Cutina, dia bilang kepadaku "sepertinya kamu dengan Cutina tidak seperti pacaran" kemudian aku menjawab "kok bisa pak?" dan beliau menjawab "seharusnya kalo emang kalian ber-pacaran, harusn...
Melanjutkan cerita permulaan aku, pada pagi itu Cutina menjawab dengan kata "iya" saat itu aku lumayan terkejut dia menerima proposal yang aku ajukan untuk menjadi pacar aku. Darisana-lah aku mulai berkomitmen kepada diri sendiri untuk melakukan hal yang terbaik kepada-nya, aku berusaha sebaik mungkin saat bersama dirinya, diingat pertemuan kita dijalani dengan hal yang melewati batas, aku tahu Cutina juga mempunyai pasangan sendiri dan dia pun tahu aku mempunyai pasangan, jadi aku tidak mengharapkan banyak kepada Cutina, aku hanya ingin melakukan terbaik meskipun dia tidak bisa membuat perasaan yang sama seperti aku kepadannya. Aku berfikir seperti itu karena aku tahu dia cantik, famous di orang-orang sekitarnya, dia kaya, dia pintar dan cutina orang yang menarik perhatian secara look maupun sifatnnya. Sebenarnya aku merasa taruhan saja saat mengajak dia menjadi pacar aku, karena terlepas dari yang dia punyai itu, aku merasa dia mempunyai kepintaran dalam emosional di mana d...